Saturday, March 9, 2013

Rapuhnya Hati Kita

Assalamualaikum..


Ya Allah,hinanya hambamu ini. Hambamu yang penuh dengan noda dan dosa. Ya Allah,ampunilah dosa-dosa kami,dosa kedua ibu bapa kami, dosa kaum yang terdahulu kami. Hanya engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Amin.



Ya,lihat diri kita sendiri. Penuh dengan dosa,noda,setiap hari berlakunya maksiat. Maksiat mata,maksiat hati,maksiat telingan ,tangan dan sebagainya.









Selalu orang cakap jangan jaga tepi kain orang,tengok diri sendiri dulu baru boleh nasihat. Penulis rasa,ayatni dah tak boleh pakai sebab bukankah Islam menggalakkan umatnya tegur menegur sesama saudaranya. Ye,memang diri sendiri pun tak betul,tapi kita boleh berkongsi pendapat,pandangan dan idea bila berbicara bukan? Jangan hanya berbicara tentang perkara yang lagha  (sia-sia) sahaja,bukan tak berfaedah malah membuang masa. Bangkitlah wahai umat Muhammad s.a.w,mari kita bersama-sama menegakkan Islam di mata dunia. Ayuh! 







Opick - Rapuh


Detik waktu terus berjalan
Berhias gelap dan terang
Suka dan duka tangis dan tawa
Tergores bagai lukisan

Seribu mimpi berjuta sepi
Hadir bagai teman sejati
Di antara lelahnya jiwa
Dalam resah dan air mata
Kupersembahkan kepadaMu
Yang terindah dalam hidup

Meski ku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepadaMu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah padaMu

Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintaiMu
Dalam dadaku kuharap hanya
DiriMu yang bertahta

Detik waktu terus berlalu
Semua berakhir padaMu





No comments:

Post a Comment